Gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang kota Padang dan sebagian wilayah Sumatera Barat lainnya bahkan getaran gempa dapat juga saya rasakan di pekanbaru tidak hanya sampai Pekanbaru, guncangan juga bisa dirasakan di Malaysia dan Singapura. Gempa bumit yang terjadi pada tanggal 30 September 2009 pukul 17:16 Wib Sore merupakan gempa tektonik dengan pusat gempa berada pada 0,84 LS – 99,65 BT atau 57 KM Barat Daya Pariaman, Sumatera Barat pada kedalaman 71 KM.
Sebagai orang minang yang berada di perantauan, saya langsung mencoba melakukan hubungan telpon ke Bukittinggi dan Padang tempat adik dan orang tua saya tinggal. Sulit sekali untuk bisa nyambung kesana, seolah olah seluruh saluran komunikasi ke Sumatera Barat terutama Padang lumpuh total sebagai akibat dari gempa tersebut. Tapi Syukur Alhamdulillah pada malam hari tanggal 30 September 2009 saya bisa bicara lewat telpon dengan orang tua di Bukittinggi, dan menurut beliau di Bukittinggi tidak terjadi kerusakan akibat gempa, hanya goncangannya saja yang begitu hebat. Hubungan telpon ini bisa dilakukan dengan menggunakan Telkom Flexi.
Namun hubungan telpon ke Padang masih belum bisa saya lakukan, padahal 3 orang saudara saya berada di Kota Padang, 2 orang saudara kandung dan 1 saudara sepupu. Saya terus mencoba menghubungi mereka hingga larut tengah malam, namun tetap juga tidak bisa. Berita di Media Televisi pun mulai bermunculan dengan gambar gambar terbarunya yang menyayat hati, perih dan sedih karena hampir seluruh bangunan luluh lantak dan rata dengan tanah.
Tepat pagi 01 Oktober 2009, kami melakukan Meeting Koordinasi di Kantor sehubungan Kantor Cabang Padang yang terkena Gempa. dari informasi yang kami dapatkan melalui kantor pusat, bahwa operasional kantor di Padang untuk sementara dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan karena beberapa bagian dari bangunannya mengalami kerusakan dan karyawan serta karyawati beserta keluarga juga belum diketahui nasibnya. Sebagai bentuk tanggap darurat, kami membentuk Team Sukarelawan yang dipimpin oleh teman saya. Team terdiri dari 5 orang dan termasuk saya sendiri di dalamnya.
Dari pagi hingga lewat tengah hari kamis, 01 Oktober 2009 itu kerjaan kami hanya mengumpulkan bantuan mulai dari Mesin Genset, bahan makanan, Air Minum, peralatan wanita sampai makanan dan perlengkapan bayi. sampai ke Bahan Bakar Minyak pun kami siapkan beberapa Dirigen. hal ini untuk mengantisipasi langkanya BBM di daerah Gempa.
Kurang lebih pukul 16:00 wib sore kami berangkat ke Padang dengan menggunakan 2 unit kendaraan. 1 unit Truck Box berisi bantuan dan 1 unit Toyota Avanza. sepanjang perjalanan menuju kota Padang kami menemukan begitu banyak sekali bantuan yang dikirim kesana melalui jalan darat, mulai dari Genset dari PLN sampai bantuan bahan pokok yang sangat diperlukan sekali oleh korban gempa.
kami istirahat sebentar di jalan untuk makan malam, tepatnya di perbatasan antara Sumatera Barat dan Riau, kebetulan saat itu jam menunjukkan lebih kurang 22:15 Wib malam. Cuaca malam itu sangat bersahabat berbeda dengan malam setelah gempa terjadi. kami melanjutkan perjalanan menuju kota Padang. memasuki Jam 04:30 Wib subuh dini hari kami sampai di tempat yang telah kami janjikan dengan pimpinan kantor di Padang. Sejak memasuki Kota Padang kondisi kota begitu mencekam dan gelap gulita, hal ini disebabkan listrik dari PLN yang belum nyala. disepanjang perjalanan kami melihat banyak warga yang memilih tidur di teras rumahnya atau membuat tenda tenda darurat dari kain atau terpal, mereka takut dengan adanya gempa susulan.
Saat bertemu langsung dengan pimpinan kantor di Padang, kami melihat raut kesedihan di wajah beliau walau cuma diterangi lampu mobil dan senter. beliau menceritakan sedikit kondisi kantor dan kota Padang, saya sangat sangat terenyuh mendengarnya. setelah melakukan sedikit koordinasi kami memutuskan untuk mendirikan posko di rumah salah seorang karyawan yang berada di daerah Andalas (jalan menuju Kampus Universitas Andalas). tempat tersebut cukup aman dan cukup luas untuk kendaraan dan barang yang kami bawa.
Pantas saja hubungan telpon ke Kota Padang sangat sulit dilakukan, sejak aku memasuki payakumbuh saja sinyal beberapa provider aja sudah tidak dapat ditangkap oleh Handphone. yang bisa digunakan saat itu hanya Flexi dan XL, cuma yang menjadi persoalan adalah Batre HP yang mulai ngedrop. di Padang sendiri orang terpaksa antri ngecas batre HP ditempat yang ada Gensetnya. makanya saat sampai di Posko saya langsung menyiapkan Mesin Genset, mulai dari membuat sambungan Kabel, menuangkan Solar, Mengecek Oli sampai mengecek daya yang terpasang di rumah karyawan tersebut. Syukur nggak nyampe 1 jam mesin Gensetnya udah nyala. Batre HP pun di Cas dan mesin Airpun dihidupkan. rupanya dampak gempa ini tidak hanya kerusakan pada bangunan, tapi fasilitas seperti Air Bersih dan Listrik pun tidak dapat digunakan.
Setelah kami menyerah terimakan bantuan, sayapun mencoba menghubungi keluarga yang di Padang, namun tetap saja hubungan telpon tidak bisa dilakukan. saya tidak putus asa, lewat bantuan dari Tante di Bukittinggi yang kebetulan bisa saya hubungi, saya bisa menemukan tempat kos adik sepupu saya itu. sayapun langsung menuju kesana dan Alhamdulillah kondisi dia tidak kurang satu apapun, cuma tempat kosnya saja yang retak retak dan tidak dapat ditempati lagi. 2 malam ini dia numpang di rumah ibu kos dan itupun tidur di teras. Namanya Lisa, lewat dia saya menyuruh untuk mencari adik kandung saya yang kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang. saya berpesan jika Yati diketemukan bawa dia ketempat Lisa dan tunggu uda sampai balik kembali kesini, malam ini juga kita pulang ke Bukittinggi, karena inilah pesan kedua orang tuaku lewat telpon.
Saya sangat bersyukur sekali karena adik perempuan saya menghubungi orang tua di kampung, dan sayapun titip pesan agar dia datang ketempat Lisa di Andalas. pesan inipun akhirnya bisa disampaikan karena saat itu saya tidak tahu harus mencari kemana dan hubungan telpon pun belum bisa dilakukan.
Setelah ketemu dengan Lisa dan berhasil menyampaikan pesan ke Si bungsu Yati sayapun melanjutkan perjalanan menuju pusat kota Padang, dalam perjalanan menuju pusat kota saya menerima SMS dari adik laki laki saya yang kebetulan saat gempa sedang kuliah di Padang, padahal dia sendiri dinas di Solok. dalam SMS nya dia mengatakan, bahwa dia sudah berada di Kota Padang dan tidak ketemu dengan Yati, kondisi dia tidak apa apa. walau kesal saya tetap bahagia karena dia dalam keadaan selamat.
Saya masuk ke pusat kota melalui daerah Aur Duri, terus ke Ganting dan menuju pondok. sepanjang jalan saya melihat begitu banyaknya bangunan yang hancur, ada yang rata dengan tanah dan ada yang hanya miring. bangunan yang masih berdiripun kondisinya sudah tidak layak huni. saya melewati Mesjid Raya Ganting yang merupakan salah satu situs cagar budaya di kota Padang , hanya beberapa bagian saja yang rubuh, padahal Mesjid itu adalah bangunan tua.
Memasuki daerah pondok tepatnya di jl. Hos Cokroaminoto, begitu banyak bangunan bertingkat yang amblas, bangunan yang sebelumnya terdiri dari 2 lantai sekarang hanya tinggal lantai duanya saja, sementara lantai satunya sudah rata dengan tanah. sangat mengerikan sekali. saya juga melihat Showroom Mitsubishi yang mengalami kerusakan berat.
perjalanan saya terus berlanjut mengelilingi kota yang dijuluki Kota Tercinta ini, memasuki daerah jalan Nipah, ada alat berat yang lagi melakukan evakuasi terhadap korban yang masih selamat, tempat tersebut tidak begitu jauh dari tempat penjualan Keripik Balado Christine Hakim. banyak tim SAR disana. saya terus bergerak hingga jalan Hayam Wuruk. bangunan Hotel Hayam Wuruk telah miring sebelah, lantai satunya disalah satu sisi telah rata dengan tanah.
Istirahat sebentar di Jalan Diponegoro depan Taman Melati saya juga sempat menyaksikan proses Evakuasi korban oleh Tim SAR di bekas reruntuhan Laudry dan Salon. saya melanjutkan perjalanan hingga arah Hotel Muara dan Bumi Minang, pemandangan yang saya lihat tetap sama… proses evakuasi masih berlangsung. memasuki daerah Pasar Raya tepatnya di depan Sentral Pasar Raya, saya melihat mobil Ambulance berjejer di depan bangunan SPR tersebut sedangkan petugasnya sedang melakukan evakuasi tanpa bantuan alat berat.
Hampir seharian saya berkeliling kota Padang yang saya lihat hanyalah sisa sisa reruntuhan puing, kota ini menjadi kota yang hancur, kota yang mati. tidak terbayangkan akan terjadi gempa yang begitu kuat di kota ini. walau tidak lahir di Kota Padang tapi saya dibesarkan, Sekolah dan Kuliah di kota ini. bahkan saya sempat bekerja di kota ini untuk 3 tahun lebih tepatnya dari 2001 sampai 2004. namun semua yang saya lihat saat ini kondisinya sangat berbeda sekali.
Rasa letih dan lapar yang saya rasakan karena dari kemarin sampai sore ini belum tidur dan makan rasanya tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh warga kota Padang. mereka harus rela kehilangan Rumah tempat mereka berteduh, tempat mereka istirahat bahkan merekapun harus rela kehilangan sanak keluarga yang menjadi korban gempa.
Menjelang malam saya tinggalkan kota ini menuju arah Bukittinggi. karena saya tidak sanggup untuk tinggal lebih lama di kota tersebut. ikut dalam perjalanan kami 2 orang adikku dan 1 orang temannya. menjelang dini hari kami sampai di kampung halaman. terlihat raut wajah gembira pada kedua orang tuaku karena adikku yang bungsu selamat hingga pulang ke rumah. kamipun berbagi cerita dan seiring bertambah gelapnya malam dan udara dingin yang menusuk akupun terlelap tidur.
tulisan ini adalah catatan perjalanan saya saat tragedi Gempa Bumi mengguncang Sumatera Barat. mungkin banyak yang bertanya kenapa baru kali ini diposting ke dalam Blog ? sebab sekembalinya di kota bertuah ini saya kena Demam. mungkin karena kecapekan… akhirnya tulisan ini saya bikin sedikit demi sedikit hingga baru hari ini bisa publish.
Buat teman teman yang membaca tulisan ini, saya himbau… mari kita bantu rekan rekan kita di Sumatera Barat, setidaknya kita kirimkan do’a agar mereka tabah dalam menjalani kehidupan yang tetap harus dijalani… akhir kata saya ucapkan terima kasih buat teman teman yang telah sudi menemani saya selama perjalanan.
Incoming search terms:
- gempa tektonik
- cara memasan kripik balado christine hakim padang
- perjalanan ke ranah minang
- perasaan korban yang selamat dari gempa di Padang 30 september 2009
- orang minang di pekanbaru
- korban lumpuh pasca gempang padang
- kondisi air minum setelah gempa bumi september 2009 di padang
- facebook orang sulit air padang dan solok beserta fotonya
- daerah pemasaran kripik christine hakim
- tanah minang bumi
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


{ 3 comments… read them below or add one }
Mas Dody saya hari Jumat malam sabtu menginap di Hotel Bumi Minang. ternyata hotel tersebut memang sudah ada retakan karna Gempa sebelumnya…
Alhamdulillah mas…. untung saat kejadian mas sudah tidak ditempat
lagi. semoga masyarakat padang diberi kesabaran.
.-= dodypku’s last post blog ..Catatan Perjalanan Dari Bumi Ranah Minang =-.
Alhamdulillah tidak saat itu
.-= dafiDRiau’s last post blog ..Download Kisi Soal CPNS 2009 =-.