Kisah Sebatang Bambu

by Dody Eka Putra on April 18, 2010

Beberapa waktu yang lalu saya menerima sebuah kiriman e-mail dari seorang sahabat yang berada di Palembang. kami sering berbagi pengalaman mengenai seluk beluk agama dan kehidupan, kami juga sama sama nyantri online di kuliah online-wisatahati.com. cerita ini membuat saya terpaku dan bersujud kepada Allah memohon ampunan.

Email yang dikirim tersebut berceritakan tentang kisah Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.

Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”

Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.” Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar.

Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….. , kemudian dia berkata kepada petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”

Petani menjawab batang bambu itu, ” Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”

Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.” Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?

Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, ” Ini aku Allah, perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki.”

Intinya kita Ikhlas menyerahkan diri kepada Allah. biarlah Dia yang mengatur hidup kita ini karena yang dikehendaki oleh Allah adalah yang terbaik untuk kita jalani.

Incoming search terms:

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

{ 13 comments… read them below or add one }

dafiDRiau April 18, 2010 at 9:27 am

Aku maenjadi malu terhadap Sebatang bambu itu, bambu aja bisa berserah diri kapada tuannya, sedangkan aku belum bisa berserah diri kepada Allah.. ya Allah ampunilah dosa-dosaku…!!!

Reply

dodypku April 19, 2010 at 12:59 pm

Saya juga merasa malu mas, terkadang kita lupa sama Allah yang menciptakan kita.. padahal begitu banyak Rahmat dan Rejeki yang diberi NYA. marilah kita kembali berserah diri pada Allah, memohon ampun atas kealpaan kita selama ini.. Amin
.-= dodypku’s last post blog ..Kisah Sebatang Bambu =-.

Reply

ajun d'papua April 18, 2010 at 11:07 am

Islam itu adalah agama yang berserah diri kepada ALLAH. semoga kita dapat mengambil hikmah lewat kisah sebatang pohon bambu indah itu.
:)

Reply

mas kadi April 18, 2010 at 12:20 pm

wah menarik sekali mas,
.-= mas kadi’s last post blog ..Tempat belanja aneka kebutuhan ibu hamil =-.

Reply

attayaya April 18, 2010 at 1:34 pm

selalulah ikhlas demi kebaikan sesama

nb :
aku juga dulu udah mosting tentang kekuatan dan kegunaan bambu.
bambu sememang tanaman yang sangat kuat

Reply

andipeace April 18, 2010 at 1:36 pm

postingannya menarik dan sangat eprlu dikaji…jadi lebih terasa dekat padanya.

salam adem ayem

Reply

Agus Siswoyo April 18, 2010 at 8:24 pm

Sabar dan tawwakal terhadap segala keadaan terburuk sekalipun. Saat ini makin banyak yang tidak bisa tawwakal dan menerima kenyataan, sehingga RSJ makin banyak penghuninya. Hehehe…
.-= Agus Siswoyo’s last post blog ..8 Outstanding Blogger For Agus Siswoyo.Com =-.

Reply

Agus Siswoyo April 18, 2010 at 8:26 pm

Besok pagi tulisan mas Doddy akan tayang di Kontes Menulis blog Agus Siswoyo.Com
Be sure to be pertamax…!!!
:cendol
.-= Agus Siswoyo’s last post blog ..8 Outstanding Blogger For Agus Siswoyo.Com =-.

Reply

Hanif April 19, 2010 at 7:46 pm

hoho. mantab analoginya, bambu tumbuh kuat juga butuh sebuah proses. tidak sebentar. sehingga bambu pun bisa kuat dan dimanfaatkan.
.-= Hanif’s last post blog ..Manusia Itu Dua Sisi =-.

Reply

dodypku April 24, 2010 at 6:52 am

Sebuah bambu bisa dijadikan contoh bagi manusia. betapa kuatnya dia menghadapi cobaan dan paling penting dia menjalaninya dengan ikhlas

Reply

imadewira April 21, 2010 at 12:02 pm

sangat inspiratif dan mencerahkan… tentunya bukan hanya berserah, tetapi juga melakukan yang terbaik agar bisa berguna bagi sekeliling kita, just my opinion
.-= imadewira’s last post blog ..Selamat Datang Cecep =-.

Reply

dodypku April 24, 2010 at 6:58 am

Ikhlas dan bermanfaat bagi yang lainnya

Reply

Abd.Manaf August 10, 2010 at 3:43 pm

Inna fi khalqissamawati wal ardi laayatin li ulil albab.Allazina……….dst.Robbana maa khalaqta haaza batinlan……….dst.Robbana innana sami’na munadiyan yunadi lil imani an aminu bi robbikum fa amanna,….dst.Insya Allah jika ayat ini di baca dengan pemahaman yg baik akan meruntuhkan kesombongan dan ke angkuhan yg melekat pada kita.
Abd.Manaf\’s last post [type] ..Mengatasi Komputer yg langsung Restart

Reply

Leave a Comment

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

Previous post:

Next post: