Setengah Isi Setengah Kosong

by Dody Eka Putra on February 13, 2010

Seorang Marketing sebuah Bank Swasta Nasional diperintahkan oleh atasannya melakukan survey di suatu daerah yang masih terpencil namun memiliki potensi yang sangat besar. Hal ini bertujuan untuk pembukaan cabang Bank tersebut di daerah ini. survery ini dimaksudkan untuk melihat seberapa potensi kehadiran sebuah bank di daerah yang masih baru tersebut.

Setelah melakukan survey marketing tersebut memberikan laporannya kepada sang atasannya. Dalam laporannya dia mengatakan bahwa rasanya tidak mungkin rasanya kita membuka cabang di daerah tersebut, masyarakatnya masih terbelakang tidak mengenal istilah menabung di bank. Mereka lebih senang menyimpan uangnya di rumah atau membelikannya ke ternak atau sawah. Begitu juga dengan pinjaman, mereka punya kecendrungan untuk meminjam ke rentenir dan lintah darat.

Si Boss masih merasa kurang puas dengan hasil survey tersebut. Dia kembali menyuruh seorang anggotanya yang mempunyai profesi yang sama dengan yang sebelumnya. Setelah sampai di daerah tujuan si Marketing ke 2 ini melihat ternyata desa ini begitu makmur, pasti warganya punya penghasilan yang besar sehingga hal ini bisa menjadi target market apalagi banyak sekali rentenir dan lintah darat disini. Ini merupakan sebuah peluang yang harus dimanfaatkan. Diapun segera memberikan laporan hasil survey tersebut ke atasannya. Singkat cerita dia di promosikan sebagai kepala cabang di daerah tersebut.

2 orang dengan kesamaan profesi dan jabatan ternyata memiliki pandangan yang berbeda terhadap suatu hal. Dalam kelas kelas motivasi yang diselenggarakan hal ini sering di gambarkan dengan mengisi sebuah gelas dengan setengah air dan setengahnya lagi dibiarkan kosong. Bila ditanyakan ke audience apa yang dilihatnya ada yang melihat gelas berisi air dan ada yang melihat gelas tersebut kosong.

Bila dibawakan ke dunia blogging filosofi ini juga berlaku. Pandangan seorang blogger akan berbeda terhadap peluang yang ada di dunia blogging tersebut ada yang melihat dunia blogging itu sangat sulit apalagi dalam hal monetizing blog, bisa bisa saya tekor alias nggak balik modal. Ada juga yang melihat dunia blogging tersebut sebuah kesempatan dan peluang bisnis baru sehingga memotivasi dia untuk bisa sukses. Hal ini terbukti ada blogger yang sanggup bertahan dan menjadi super blogger. Ada juga yang tidak mampu bertahan dan menjadi blogger blogger kacangan.

Incoming search terms:

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

{ 5 comments… read them below or add one }

dafiDRiau February 13, 2010 at 7:46 am

Saya masuk mana yah bang.?

Reply

dodypku February 13, 2010 at 9:49 pm

kita bisa berada di dua sisi tersebut mas dafid.. tergantung kondisi dan hal yang kita hadapi. sebaiknya selalu menjaga agar kita bisa melihat dari sisi isinya atau dari sisi positif

Reply

A9YnD1LV3R February 14, 2010 at 1:05 am

Ya, sama mas Dody. Saya pilih untuk melihat isinya.
.-= A9YnD1LV3R’s last post blog ..Makna Uang Dalam Huruf Cina =-.

Reply

mbahman February 18, 2010 at 9:36 am

saya suka membaca motivasi ini… :cendol :cendol
ternyata semua itu tergantung sudut pandang kita masing masing :siul :siul
.-= mbahman’s last post blog ..Pengunjung Sedikit Pengunjung Banyak Juga Bingung =-.

Reply

dodypku February 18, 2010 at 1:41 pm

@ mbahman, benar sekali mas… segala sesuatunya bisa jadi peluang dan bisa menjadi beban tergantung cara pandang kita melihatnya

Reply

Leave a Comment

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

Previous post:

Next post: